|
Tuesday, 23 December 2008 |
|
Saya pengusaha yang sudah membuka bisnis di daerah yang cukup sukses, lalu mencoba ekspansi usaha di Jakarta. Awal buka, pengunjung cukup ramai, namun sebulan terakhir sepi. Padahal secara lokasi cukup strategis. Apa yang harus saya lakukan agar bisnis saya kembali ramai? Dan diantara banyak pesaing dengan menu sama, langkah usaha apa yang bisa dilakukan agar usaha saya 'berbeda' dengan yang lain? |
|
Last Updated ( Monday, 06 April 2009 )
|
|
Selengkapnya...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 11 August 2008 |
Suami Suka Memaksa Kehendaknya
Tanya: Pak, saya ada rasa gundah dalam kehidupan rumah tangga. Menurut saya, selama ini suami sudah memaksakan kehendak secara halus. Misalnya tiap kali ke rumah mertua di luar kota. Tiap kali ke sana, saya harus ikut padahal saya tersiksa sekali bila ke sana.
Saya merasa tidak dianggap, bahkan jarang tidak diajak bicara. Jadi, kalo ada perlu apa-apa, perpanjangan mulut saya adalah suami. Untung masih ada anak saya yang balita.
Jika saya tidak mau ikut, suami balik ngomong bagaimana kalo sebaliknya. Padahal dia hampir tidak pernah menawarkan diri ke tempat orang tua saya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
What We Focus On, Will Grow |
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 11 August 2008 |
|
Apa yang kita fokuskan akan berkembang. Tentu untuk terus berfokus pada satu hal, kita harus senantiasa berpikir positif, bukan berubah-ubah.
Rejeki itu bukannya seperti angin puyuh yang berpindah-pindah, namun rejeki itu seperti tanaman yang butuh disiram setiap pagi dan kena sinar matahari. Kalau kita tidak kena sinar matahari (tidak berusaha, tidak berkeringat), maka tanaman akan layu.
Anda bisa melakukan eksperimen: 1. Periksa lingkungan Anda, barangkali ada seekor kucing keliaran (tidak ada yang punya). Beri dia sisa-sisa makanan. Lakukan itu setiap pagi sebelum Anda berangkat kerja. Kucing itu tidak membutuhkan Whiskas, atau susu Dancow, atau Corned Beef. Kucing hanya butuh sisa-sisa makanan Anda. Genap 3 bulan coba perhatikan, apakah dia membawa pasangannya ke Anda. Kalau ada yang kucing perempuan, cobalah Anda elus seminggu sekali. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 11 August 2008 |
Kadang kita pikir sungguh sulit mencari kepuasan pribadi. Seperti seorang bayi, kita merasa senang sebentar, namun 5 menit kemudian kita merasa kurang. Merasa resah, tidak puas lagi seperti anak kecil yang berhenti menangis sebentar, lalu diberi mainan, dan 5 menit kemudian menangis lagi. Kita tak habis pikir, sudah berapa banyak jam tangan koleksi kita di laci lemari? Sudah berapa banyak handphone yang pernah kita beli? Namun seolah-olah kita merasa kecil, merasa kosong kalau belum memiliki handphone berteknologi terkini. Dan kita berpikir, sampai kapan ”rat race” ini berakhir? Hingga kita menyadari, bahwa hidup ini bukan untuk kita. Kita hanya menjalankan tugas yang diberikan Tuhan dalam menciptakan kita, yaitu untuk menolong orang lain. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Hakekat Hidup, Berkarya dan Kembangkan Talenta |
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 11 August 2008 |
|
Oleh: Goenardjoadi Goenawan
Hidup menjadi suatu permainan menarik, yaitu pada saat kita melakukan sesuatu bukan demi kita, namun demi orang lain.
Bagi seseorang yang sudah mendapatkan jiwanya, maka hidup ini menjadi sesuatu yang indah. Apabila dia adalah orang yang suka memimpin, suka membela rakyat seperti Bung Karno, maka hidupnya dibaktikan untuk rakyat, demi rakyat dan dia bisa menjadi pemimpin ulung, hingga disegani oleh negara-negara lain, dan menjadi salah satu pemimpin Gerakan Non Blok, bersama Gamal Abdul Naser, dan Jawaharal Nehru.
Sesungguhnya di dunia ini ada 2 golongan: 1.Golongan yang menganggap bahwa gaji, kekayaan atau uang sebagai haknya. Maka selamanya dia akan merasa serba berkekurangan. Dia akan terus mencatat haknya diambil si A, si B, dia hafal berapa jumlah hutang teman-temannya kepadanya. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Perkawinan Bagai Buah Simalakama |
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 11 August 2008 |
|
Oleh: Ir. Goenardjoadi Goenawan Tanya: Saya ibu rumah tangga dengan 1 putri dan tidak bekerja. Saya bingung dengan kehidupan yang membuat saya bagai “Buah Simalakama”. Permasalahannya adalah suami saya yang selama 4 th usia perkawinan lebih mementingkan keluarganya. Saya bisa maklum karena dia masih punya orang tua.Tuntutan suami dan keluarganya saya rasakan sangat tinggi dalam hal rasa hormat pada yang tua dari pihak laki-laki.
Padahal tanpa menuntut pun, saya tahu harus menghormati yang tua dan harus saling menghargai. Selama ini saya bersabar Pak, kalau menjelang hari libur suami pasti mengajak pergi ke rumah orang tuanya. Saya maklum karena rumah orang tua saya lebih jauh lagi apalagi saya masih punya putri yang yang balita. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 11 August 2008 |
Oleh: Ir. Goenadjoadi Goenawan
Ada seseorang yang sangat berhasil mencapai sesuatu, dan sangat ahli dalam bidangnya. Apa dorongan hidupnya?
Dorongan hidup ada 3 macam: 1. Dorongan uang. Secara naluri, kita hidup untuk mencari makan, dan mencari uang. Uang menjadi motivasi yang paling besar dalam hidup kebanyakan orang. 2. Dorongan Cinta. Namun ada dorongan yang lebih besar dari pada mencari uang, misalnya pada saat kita sungguh mencintai anak-anak kita, kita rela mati, demi anak-anak kita. Pada waktu bencana Kapal Titanic tenggelam, banyak penumpang yang menggiring istri dan anak-anaknya menaiki kapal darurat. Saat semua keluarganya selamat ditolong oleh kapal bantuan, baru disadari bahwa ayahnya sudah meninggal beku di tengah samudra nan dingin. 3. Dorongan Jiwa. Dorongan tertinggi yang mampu memotivasi hidup seseorang ternyata bukan uang atau cinta, namun dorongan jiwanya.
Pernahkah kita merasa saat-saat paling damai, saat paling lega, paling bangga, paling bahagia? Saat-saat itulah kita menemukan jiwa kita. Rasanya seperti berada di atas awan. Apa ciri-ciri kita menemukan jiwa kita? |
|
Selengkapnya...
|
|
|