INFO KOMUNITAS

  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
  • default color
  • red color
  • green color
Beranda arrow Kepriaan
Kepriaan
Belajar Untuk Terbuka (2)
Written by Yuniardi   
Tuesday, 21 April 2009

Ketidakmampuan untuk menerima kritik demi segenggam ego telah merintangi banyak laki-laki untuk bersikap terbuka dengan isteri dan anak-anaknya.

Pada edisi sebelumnya, kita telah melihat bahwa alasan yang paling sering dikemu¬ka¬kan kebanyakan laki-laki, mengapa mereka enggan bersikap terbuka dengan isteri anak-anak mereka –terutama soal peker¬jaan dan keuangan mereka, karena mereka tidak ingin membuat keluarga mereka menjadi kuatir dan takut.

No Comments
Selengkapnya...
 
Belajar Untuk Terbuka
Wednesday, 18 February 2009
Bagian 1

Ada banyak laki-laki yang sulit untuk terbuka dengan isteri dan anak-anaknya saat mereka menghadapi masalah, dan terlebih suka menanggung masalah itu sendirian.

Ketika saya sedang bercakap-cakap dengan rekan saya, ia sempat mengemu¬ka¬kan beban dan masalah yang sedang dihadapinya. Cukup berat. Saya lalu bertanya, “Apakah isteri kamu sudah mengetahui hal ini?” Ia men¬jawab, “Tidak! Saya tidak ingin dia kuatir. Biar saya saja yang menang¬gung beban dan masalah ini. Saya kan kepala keluarga.” Kata saya lagi, “Loh, dia itu kan isteri ka¬mu?! Ya, siapa tahu, ia bisa memberikan masukan, atau setidaknya berdoa buat kamu.” Tetapi, ia tetap ngotot dengan pendiriannya. Dan, jujur saja, saya tidak bisa mengerti jalan pemikiran rekan saya itu.

No Comments
Last Updated ( Monday, 06 April 2009 )
Selengkapnya...
 
Surga Di Bawah Telapak Kaki Ibu
Written by Administrator   
Tuesday, 12 August 2008
Surga di bawah telapak kaki ibu. Ungkapan ini tidak hanya menunjukkan betapa besarnya peran seorang ibu, tetapi juga menunjukkan betapa tidak berperannya para ayah.

Surga di bawah telapak kaki ibu. Tentu saja, ungkapan ini tidak berbicara secara harfiah bahwa para ibu sedang berdiri di atas surga atau sedang menginjak-injak surga, tetapi berbicara jika kita tidak ingin terintangi untuk masuk sorga, maka kita harus menghargai dan menghormati ibu kita. Ungkapan ini telah dibuat untuk menunjukkan betapa besarnya peran seorang ibu bagi kehidupan anak-anaknya, dan juga untuk mengingatkan kita senantiasa menghormati mereka. Pertanyaannya, mengapa tidak dikatakan di bawah telapak kaki orang tua? Mengapa hanya dikatakan di bahwa telapak kaki ibu saja?

No Comments
Selengkapnya...
 

Search

Kurs IDR

7-Sep-2010 / 16:02 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9075.00 8925.00
SGD 6741.80 6606.80
HKD 1169.30 1148.00
CHF 8976.40 8801.40
GBP 13974.20 13690.20
AUD 8284.45 8112.45
JPY 108.62 105.79
SEK 1251.10 1219.80
DKK 1567.90 1525.20
CAD 8730.70 8542.70
EUR 11600.80 11381.80
SAR 2429.10 2371.10
sumber: KlikBCA.com

Prudential

Wahana Wanita Tour & Travel

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday7
mod_vvisit_counterYesterday430
mod_vvisit_counterThis week986
mod_vvisit_counterThis month3418
mod_vvisit_counterAll222922

Syndicate

 
Powered By