|
Membludak! Itulah kata yang pantas keluar saat Festival Jajanan Bango 2009 (FJB) digelar 23 – 24 Mei lalu. Plaza Selatan Gelora Bung Karno, Senayan, seakan tak mampu lagi menampung masyarakat yang penasaran dengan even tahunan Kecap Bango ini.
Bukan hanya penasaran, tapi masyarakat ingin pula mencicipi kenikmatan rasa masakan ratusan pedagang yang ikut serta dalam FJB 2009. Buktinya, ratusan bangku yang disediakan penyelenggara terlihat penuh sesak saat hari pertama festival kuliner ini dibuka. Bahkan, antrian pembeli jamak terlihat di beberapa gerai yang menunya menjadi favorit pengunjung.
Tahun ini, FJB menghadirkan ratusan pedagang yang menjajakan masakan khas tradisional dari seluruh nusantara dan menghadirkan Duta Bango yang mewakili kota Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Medan, dan Jakarta. Para Duta Bango yang ikut serta dalam FJB 2009 di Jakarta adalah Kupat Tahu Gempol Yang Jempol (Bandung), Soto Udang Medan RM. Rinaldy (Medan), Tengkleng Ibu Edi (Solo), Rujak Cingur Sedati Ibu Nur Aini (Surabaya), Sop Saudara Jl. Irian (Makassar), Brongkos Ibu Suprih (Yogyakarta), dan Tahu Bakso Ibu Pudji - Ungaran (Semarang). Sedangkan Pondok Sate Pejompongan terpilih sebagai Duta Bango wakil Jakarta yang juga bakal mengikuti festival jajanan di kota Surabaya dan Bandung. “Ini adalah kesempatan langka, di mana kita bisa mencicipi aneka ragam masakan Nusantara khas daerah masing-masing dengan citarasa enak dan kondang yang bisa dinikmati dalam satu kesempatan. Inilah salah satu keunggulan FJB, dimana kita bisa menikmati berbagai makanan khas Nusantara tanpa harus mengunjungi satu-persatu tempat makan enak yang tersebar di berbagai daerah,” jelas Brand Manager Bango, Memoria Dwi Prasita yang akrab disapa Memor. Berbeda dengan FJB tahun-tahun sebelumnya, selain gerai makanan, FJB 2009 juga menghadirkan Kampung Bango (etalase perjalanan dan kiprah Bango selama ini). Sebuah upaya Bango untuk semakin dekat di hati pecintanya. Pengunjung dibawa ke sebuah tur yang menguak proses pembibitan kedele hitam hingga produksi. Pun tampil Dapur Bango Cita Rasa Nusantara yang akan berbagi resep khas Nusantara dan tips memasak dipandu oleh Koki Bango. Sebagai ucapan rasa terima kasih Bango kepada para pecinta kuliner Nusantara, dibagikan secara cuma-cuma ribuan porsi Rujak Bango sebagai ide resep baru kepada para pengunjung. FJB kali ini benar-benar lebih memanjakan para pengunjung.
Kekuatan Sepenuh Hati Festival Jajanan Bango yang digelar kali ini telah memasuki tahun kelima. Jakarta mendapat kehormatan sebagai kota perdana untuk ajang festival jajanan yang bergengsi tersebut. Kota persinggahan berikutnya adalah Bandung (Jawa Barat) dan Surabaya (Jawa Timur). “Penyelenggaraan Festival Jajanan Bango dari tahun ke tahun selalu kami tingkatkan kualitasnya demi memuaskan para pengunjung. Kebetulan pada tahun ini kami mengusung kampanye bertajuk Kekuatan Sepenuh Hati (The power of whole-heartedness) yang diterapkan secara menyeluruh untuk segala aktivitas komunikasi pemasaran Bango, termasuk pada FJB,” tutur Marketing Manager Spread Cooking Category & Savoury PT Unilever Indonesia Tbk, Adeline Ausy S. Suwandi. Menurut Ausy, kampanye pemasaran ini mengemas pesan: “Segala sesuatu yang datangnya dari hati akan menciptakan hasil yang istimewa.” Seperti halnya dalam pembuatan kecap Bango, mulai dari proses awal bahan baku utama melibatkan peran para petani kedele hitam dan pengrajin gula kelapa binaan Yayasan Unilever Indonesia (YUI). Ausy menambahkan, FJB diselenggarakan sebagai wujud konsistensi Bango untuk terus mengajak masyarakat luas ikut melestarikan berbagai makanan tradisional Nusantara warisan nenek moyang kita, sebagai misi sosial yang akan terus menerus digemakan. “Digelarnya FJB juga merupakan upaya untuk ikut menggerakkan dunia pariwisata Indonesia melalui wisata kuliner. Dengan lebih menghidupkan kegiatan wisata kuliner melalui ajang FJB, diharapkan dapat ikut memajukan sektor pariwisata di Indonesia,” jelas Ausy. ”Kami menyadari bahwa makanan adalah bagian yang amat penting dari budaya. Festival kuliner tahunan ini diharapkan dapat mendukung kemajuan pariwisata Indonesia dan menjadi agenda tahunan wisata kuliner bagi kota-kota yang disinggahi dan yang ikut serta dalam FJB,” imbuhnya. Ia berharap, makanan tradisional khas Nusantara dapat menjadi duta budaya yang ampuh untuk mempromosikan Indonesia ke mancanegara”. Indonesia memiliki beribu macam makanan khas dari Sabang hingga Merauke.
»
1 Comment
1"aaHzZzvGCzCFyqRrKk" k1DnuY gjpyuhhmbnwh, [url=http://vuspshhmfnsh.com/]vuspshhmfnsh[/url], [link=http://ffgqspsmaqim.com/]ffgqspsmaqim[/link], http://oakayecnrbgs.com/
» Post Comment
|