INFO KOMUNITAS

  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
  • default color
  • red color
  • green color
Beranda
Liputan Usaha Fotografi - Lebih Menjual dengan Digital
Written by Yogi Gustam   
Friday, 12 June 2009

 Lahirnya era kamera digital dan pudarnya kamera analog membuat dunia fotografi semakin banyak diminati siapapun. Bukan lantaran kamera analog tidak lagi laku tapi memang masanya sudah berakhir. Dari segi bisnis, kamera digital lebih menjual. Tapi benarkah, era kamera digital seperti pedang bermata dua bagi usaha fotografi?   

Seorang teman fotografer menunjukkan foto-fotonya hasil jepretan hunting bersama salah satu komunitas fotografer di Jakarta tahun lalu. Seharian hunting, hampir ratusan kali teman ini menjepretkan kameranya untuk objek yang ia temui di jalan. Kebetulan ia menenteng kamera digital. Tapi, hanya selusin saja yang ia dokumentasikan. Sisanya, ia hapus lantaran menurut versinya, kurang menarik.

Apa yang dilakukan teman tadi jelas bukan kerjaan buang-buang waktu. Bukan juga tindakan bodoh karena seharian penuh harus berpeluh ria di tengah terik tanpa dibayar. Maklum saja, si teman tadi memang hobi memotret apapun. Dirinya mengaku lagi gandrung dengan kamera digital yang menurutnya lebih mudah digunakan ketimbang kamera analog yang sering bapaknya bawa tiap kali piknik kantor.

Aksi jeprat-jepret dengan kamera digital, secara tidak langsung, menjadi sinyal positif bagi dunia fotografi dewasa ini. Terlebih untuk orang yang baru melek kamera sekalipun. Kamera digital telah membuat banyak orang cinta mati pada foto.

Seakan memiliki nilai magis, era kamera digital pula yang merubah dan menerabas pakem dan teknik fotografi sebagai basic need yang harus dimiliki, tidak sesakral di era kamera analog. Buktinya, sekarang muncul keyakinan banyak orang bahwa pakem dan teknik fotografi bukan kitab suci yang harus diindahkan di era kamera digital seperti ini.

Tanpa kecuali, semua orang bisa menggunakan kamera digital seenaknya, tanpa memperhitungkan berapa kali ia sudah melepaskan jepretannya. Lalu, munculah rumusan sederhana: foto aja dulu, mengedit kemudian. Era digital membuat segalanya menjadi mungkin. Anak kecil saja sudah bisa jeprat-jepret dengan kamera digital poket.

Sekarang, fotografi semakin mudah diterima dan menjadi gaya hidup. Cobalah sekali-kali menghadiri acara seremonial yang ada di komunitas. Di tengah kerumunan orang yang hadir, dipastikan beberapa orang membawa kamera digital dari kelas pocket sampai kelas DSLR (digital single lens reflect). Untuk hobi, membeli kamera dengan harga yang melambung, tak lagi jadi soal.

Bisnis Berpadu Seni
Namun, dengan kamera digital, usaha fotografi semakin ramai menjamur. Orang pun banyak menjual jasa dengan kamera digital. Dari menjadi fotografer panggilan, studio, sampai yang memiliki brand dan nama besar.

Sisi lainnya, kamera digital tidak saja memunculkan fotografer-fotografer dadakan, tanpa teknik dan pengalaman, cukup keberanian dan modal kamera digital. Inilah yang membuat fotografi sekarang menjadi bisnis yang cukup menjanjikan.    

Bisnis fotografi sendiri sebenarnya punya turunan usaha yang banyak. Contoh paling mudah yang kita temui adalah usaha foto box yang menjamur di mal-mal. Belum lagi usaha cuci cetak foto dengan printer yang mudah, cepat, dan murah. Sedikit di atasnya, apalagi kalau bukan usaha jasa pemotretan pernikahan, liputan momen terpenting, atau untuk kepentingan promosi suatu produk.

Memulai usaha untuk jasa fotografi memang membutuhkan modal yang lumayan besar, terutama dalam menyediakan alat-alat (equipment) seperti kamera digital, flash, mesin cuci cetak dan lain sebagainya. Maklum, peralatan fotografi termasuk barang mahal. Semua itu tentu saja membutuhkan dana puluhan bahkan sampai ratusan juta. Bagi yang bermodal besar, mereka tanpa sungkan membuka studio berikut cuci cetak yang high quality.

Tapi, bagi yang ingin memulai usaha fotografi, khusus penyedia jasa pemotretan, modalnya tak perlu besar-besar amat. Cukup punya kamera plus peralatan pendukung lainnya, usaha fotografi sudah bisa dijalankan, baik perorangan (freelance) atau dengan studio sekalipun.

Apalagi dengan penggunaan jejaring sosial di internet semisal facebook, blog, frendster, dan lain sebagainya, sudah cukup menjadi etalase dan gerai elektronik dari jasa fotografi yang ditawarkan. Pendek kata, fasilitas ini sekaligus menjadi media mendulang konsumen atau pelanggan sekaligus sampel portfolio yang bisa dilihat langsung.

Menurut pemilik dan fotografer Picture of You Photography, kamera digital tidak mesti harus berbau bisnis. Banyak juga mereka yang menjadikan kegiatan memotret hanya sebagai pengisi waktu luang tapi menghasilkan uang. Inilah yang membuat usaha fotografi di samping menguntungkan juga harus memiliki nilai visual yang artisitik.

“Bagi saya, memotret adalah soal passion. Dengan begitu, saya bisa menyalurkan passion saya lewat hobi memotret dengan menghasilkan pemasukan,” kata Nandar ketika ditemui di rumahnya.

Menyoal seni, sepertinya menjadi sesuatu yang dari sananya sudah menyatu dengan dunia fotografi, sekalipun komersil sifatnya. Tak heran kini banyak bisnis fotografi yang memadukan bukan saja jasa pemotretan, tetapi memberikan one stop service seperti fotografi wedding. Dulu, usaha fotografi terpisah dari bridal dan make up yang biasanya dapat ditemukan di salon. Kini, ketiga usaha ini berada dalam satu manajemen yang lumrah disebut foto bridal studio seperti New Fairytale.

Studio foto, bridal dan studio seperti New Fairytale memang menjadi bisnis yang cukup menjanjikan. Seperti yang dikatakan pengelola New Fairytale, Cliff F.M, bahwa sekarang customer banyak yang memilih jasa pemotretan untuk wedding satu paket langsung tanpa perlu mencari jasa bridal dan make up di lain tempat. “Sejak awal, New Fairytale memang sudah memasukkan bridal, foto, dan make up dalam satu manajemen. Produk unggulan kami memang pada bridal, foto dan make up. Tepatnya, wedding counsultant,” kata Cliff.

Hampir semua bisnis fotografi wedding sekarang ini, apapun bentuknya, ke depan sudah berubah menjadi one stop service. Seperti yang dilakukan Kepik Studio. Menurut pemiliknya, Sebastian Lesmana, sekarang ini Kepik Studio sudah menjadi one stop wedding service. “Sebagai studio yang melayani one stop wedding service, Kepik Studio tidak saja memberikan jasa fotografi dan videografi. Tetapi juga menyediakan gaun pengantin,” katanya.    

Mereka yang terjun di bisnis fotografi memang tidak sepenuhnya berangkat dari fotografi, salah satunya Metrics Photo Video & Design Advertising. Menurut fotografer senior David Natasaputra, sejak 1998 dan sampai sekarang, Metrics bergerak di dunia advertising. Pada 2005, Metrics yang  berlokasi di Taman Palem Lestari ini kemudian membuka jasa fotografi semua jenis.

“Berangkat dari dunia advertising yang kuat memberi ciri khas tersendiri bagi Metrics. Kesan itu nampak dari hasil jepretan yang kuat dengan desain kreatifnya. Ini jelas merupakan kelebihan kami di mata customer yang puas akan jasa fotografi yang kami berikan,” katanya.

Meski demikian, Metrics semaksimal mungkin tidak menggunakan editing. Editing diperlukan sebatas tidak mengubah keaslian foto. “Editing bagi saya hanya sebatas pengaturan brightness dan contrast saja jika memungkinkan dan memang sudah cukup baik,” pungkasnya.

Teknologi Membuka Kompetisi
Perkembangan bisnis fotografi tidak terlepas dari teknologi yang mendukungnya. Bila dibandingkan 10 tahun lalu, teknologi fotografi tidak sehebat sekarang. Misalnya saja, bila dulu kita memerlukan film, sekarang ini fotografer tidak lagi menggunakannya karena sudah terganti dengan teknologi digital yang tertanam di kamera.

Selain itu, harga kamera pun tidak semahal dulu. Sekarang, kamera bisa dibeli dengan harga relatif terjangkau. Bahkan bisa pula dibeli dengan cara kredit. Sehingga memudahkan setiap orang dalam memulai usaha fotografinya. Hanya bermodalkan satu kamera, orang sudah bisa memulai bisnis ini.

Apalagi sekarang sudah ada tempat penyewaan kamera dan berbagai pendukung seperti, flash, lensa, lampu studio, dan berbagai pelengkapnya. Kalau dihitung-hitung, bila harus menyewa peralatan, fotografer masih bisa mengantongi keuntungan yang lumayan dalam satu kali proyek pemotretan.

Dunia fotografi bisa dibilang sebagai dunia hobi seperti melukis, musik, atau tari. Menjalani hobi dan mencari pencaharian dengan memotret layaknya mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya memiliki keterkaitan yang padu. Alhasil, banyak dari mereka yang terjun di dunia fotografi bermula dari hobi lalu menjadi mata pencaharian.

Berawal dari hobi yang harus mengeluarkan uang banyak, beralih menjadi mesin penghasil uang. Namun, bisnis fotografi dewasa ini bukan saja milik mereka yang melek fotografi. Ada juga mereka yang memiliki modal besar banyak membuka studio foto atau memiliki vendor wedding fotografi. Tidak hanya itu, mereka yang memiliki insting bisnis pun bisa memanfaatkan setiap celah dari fotografi. Tengok saja banyak jasa yang memberikan dan menyewakan pralatan seperti kamera dan studio. Ini menunjukkan

bahwa fotografi selalu membuka celah untuk bisnis.
“Sekarang orang gak perlu tahu apa itu fotografi. Siapun yang bermodal bisa bermain di bisnis fotografi. Banyak juga cukong yang memiliki  duit membuka studio tanpa memiliki fotografer handal. Mereka biasa mengerjakan fotografer panggilan dari mana saja. Ada juga yang memiliki studio untuk disewa dengan memanggil fotografer langganannya,” terang pemilik Fanda Studi, Paroland yang lama menjadi fotografer di salahsatu vendor perkawinan ini.

Sejatinya, booming kamera digital beberapa tahun silam serta merta merubah peta bisnis dunia fotografi. Begitulah yang dialami pemilik Mitta Photography Chandra C. Suatu kali dirinya pernah marah dan mangkel ketika hadir kamera digital. Setelah sekian tahun lengket dengan kamera analog dirinya harus beralih ke kamera digital. Namun bukan ini yang membuat dirinya marah.

“Lahirnya kamera digital membuat usaha fotografi semakin berat dan kompetitif. Bermodal keberanian dan kamera digital, orang dengan mudahnya menjadi fotografer wedding dadakan. Parahnya, sebagai new comer, mereka tampil tanpa teknik dengan mematok harga rendah. Jelas ini membuat harga di pasaran tidak menentu. Tapi, ini tantangan di dunia bisnis, apalagi fotografi yang lekat dengan teknologi tinggi” kenangnya.

Tapi, lain halnya bagi orang awam yang ingin menguasai fotografi. Untuk memperdalam pengetahuan dan teknik fotografinya akan menyempatkan diri menimba pengalaman lewat workshop fotografi yang kini sudah banyak bermunculan bak cendawan di musim hujan.

Dalam menyikapi tingginya kompetisi, sudah menjadi keharusan mereka yang bergelut di dunia fotografi harus pintar-pintar melakukan improvisasi dari memberikan paket menarik, menghasilkan kualitas foto yang bagus, memberi servis personal, sampai memberi harga yang kompetitif dan lain sebagainya. Bahkan banyak juga dari mereka yang ringan memberi diskon untuk menggaet customer

Di atas semua itu, bisnis fotografi ke depan cukup potensial sejauh kita mengetahui celah bisnis yang memang belum diisi banyak pesaing. Pasalnya, kita tidak tahu seberapa banyak orang yang sudah melek kamera yang potensial menjadi pesaing bagi usaha fotografi ke depan. Kalau tidak pintar-pintar mencari improvisasi dan kreatif, bisa jadi bukannya untung malah buntung. Kondisi ini bisa menimpa siapa saja terlepas mereka yang bermodal besar atau kecil. Tapi, sesesak apapun orang terjun di bisnis ini, celah mendapatkan kue dari fotografi tetap menjanjikan. Tak percaya? Cobalah!

» 2 Comments
1"LFGMXDeCGgEeZ" by hsenhedm at Friday, 16 October 2009 05:02
EepD0J uhzdbacgwgod, [url=http://nddulfpmyxhr.com/]nddulfpmyxhr[/url], [link=http://ysysmqlbwwhx.com/]ysysmqlbwwhx[/link], http://ayjkzvgbjimi.com/
2"Sorry(((3951629497" by desu6926 at Thursday, 02 September 2010 15:26
9054958579661174486hi , http://ecarswiki.com/ How to repair car wiki , http://ecarswiki.com/article,62,honda-pressure-washers Honda pressure washers , and also visit page 
http://ecarswiki.com/article,50,2008-honda-civic 2008 honda civic , we have ;( many links.. http://ecarswiki.com/article,3,honda-element-accessories elements
» Post Comment
Email (will not be published)
Name
Title
Comment
 
Next >

Search

Banner 160 x 180

Kurs IDR

7-Sep-2010 / 16:02 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9075.00 8925.00
SGD 6741.80 6606.80
HKD 1169.30 1148.00
CHF 8976.40 8801.40
GBP 13974.20 13690.20
AUD 8284.45 8112.45
JPY 108.62 105.79
SEK 1251.10 1219.80
DKK 1567.90 1525.20
CAD 8730.70 8542.70
EUR 11600.80 11381.80
SAR 2429.10 2371.10
sumber: KlikBCA.com

Optik Melawai

Polls

Bisnis apa yang menurut anda berkembang saat ini ?
 

Who's Online

We have 10 guests online

Prudential

Wahana Wanita Tour & Travel

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday43
mod_vvisit_counterYesterday430
mod_vvisit_counterThis week1022
mod_vvisit_counterThis month3454
mod_vvisit_counterAll222959

Syndicate

  
 
Powered By